Mengapa Kita Menonton Film yang Membuat Tidak Nyaman?

Pertanyaan sederhana: kalau film seperti “Breathless” terasa berat, kenapa kita tetap menontonnya? Jawabannya sering kali berkaitan dengan rasa ingin tahu terhadap batas emosi kita sendiri. Penonton ingin tahu sejauh apa mereka bisa “bertahan” di dalam cerita tanpa memalingkan muka.

Film yang membuat tidak nyaman memberikan ruang aman untuk mengeksplorasi sisi gelap: obsesi, rasa sakit, keinginan untuk menyerah. Kita tahu bahwa setelah credit roll, ruangan bioskop tetap ada, kursi tetap sama, dan hidup kita kembali seperti semula. Namun selama dua jam, kita bisa menyelam ke dunia yang jauh dari keseharian.

Selain itu, cerita yang sulit sering menempel lebih lama di kepala. Alih-alih lupa dalam seminggu, kita mungkin memikirkan satu adegan selama berhari-hari. Diskusi dengan teman, tulisan di blog, dan debat kecil di media sosial menjadi bagian dari pengalaman itu. Ketidaknyamanan justru membuka percakapan yang biasanya dihindari: tentang trauma, kesehatan mental, dan hubungan yang tidak sehat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *