Menarik melihat bagaimana film asing diadaptasi untuk pasar Jepang. “Dogs Don’t Wear Pants” berubah judul menjadi “Breathless”, mendapat poster baru, dan kampanye promosi yang menekankan sisi stylish dan atmosferik, bukan hanya unsur BDSM-nya. Perubahan ini membuat film tampak lebih dekat dengan tradisi sinema Jepang yang sering menggabungkan drama psikologis dengan visual yang kuat.
Poster Jepang biasanya lebih fokus pada mood: warna merah dan biru gelap, close-up wajah karakter, serta tipografi yang rapi. Slogan yang dipakai pun cenderung puitis, mengundang rasa penasaran ketimbang menjelaskan plot. Pendekatan ini cocok untuk film seperti “Breathless” yang memang bekerja lewat nuansa, bukan twist cerita.
Perbedaan pemasaran semacam ini menunjukkan betapa fleksibelnya identitas sebuah film. Di satu negara, ia bisa dipromosikan sebagai drama keluarga tentang duka; di negara lain, sebagai thriller erotik; dan di Jepang, sebagai karya atmosferik tentang manusia yang tak lagi bisa bernapas lega. Semua identitas itu benar, hanya fokusnya yang berbeda.
Leave a Reply