Musik dan Keheningan: Dua Sisi Suara dalam Film Intens

Dalam film intens seperti “Breathless”, suara sama pentingnya dengan gambar. Ada dua elemen yang paling terasa: musik dan keheningan. Keduanya dipakai bukan hanya sebagai latar, tetapi sebagai bagian dari struktur emosi.

Musik biasanya muncul untuk menegaskan momen transisi: berjalan di kota, perjalanan pulang, atau saat tokoh utama mencoba kembali ke rutinitas. Nada-nadanya jarang heroik; lebih sering berupa melodi minor yang berulang, seolah mengingatkan bahwa duka masih ada di bawah permukaan.

Sebaliknya, adegan paling berat justru sering dibiarkan sunyi. Kita hanya mendengar napas, bunyi tali, atau suara air. Keheningan membuat penonton tidak punya tempat bersembunyi; tidak ada musik yang memberi isyarat bagaimana harus merasa. Ini teknik sederhana tapi efektif, dan banyak sutradara film psikologis menggunakannya untuk memaksa penonton benar-benar hadir di momen tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *